Wednesday, April 25th, 2012 at
5:46 pm
Dalam 10 tahun terakhir ini di berbagai kalangan/populasi di manapun muncul fenomena reuni dengan teman-teman sekolah di SMA, SMP, maupun SD. Para dokter di RS, dosen di perguruan tinggi, kalangan militer, usahawan, wiraswasta, selalu bangga bisa bereuni dengan teman-teman sekolahnya di masa lalu yang sudah terpisah puluhan tahun. Yang tidak bisa bereuni menjadi sedih, seakan sudah kehilangan masa lalunya yang indah. Saya merenung berpikir berulang kali, fenomena apa itu gerangan? Mengapa fenomena reuni temu kangen dengan teman-teman masa lalu yang sudah tua-tua dan terlupakan ini jadi sama pentingnya dengan kegiatan kita di lingkungan kerja masing-masing sekarang? Kalau sudah ketemu lalu… Baca Selengkapnya
Wednesday, March 28th, 2012 at
6:47 pm
Sabtu Minggu 24-25 Mart 2012 kemarin saya ikut Family Gathering Komdik RSUD Muntilan. Saya smf psikiatri di RSU ini dn istri saya Kabidyanmed di RSU kabupaten Magelang ini. Ini acara tahunan, tahun lalu di Hotel Puri Asri Magelang, dan tahun ini, atas usul saya, di Kaliurang. Di hotel baru, Griya Persada Hotel n Resort, selatan Ulensentalu.
Acaranya rutin, Sabtu mlm ramah tamah, dan menyanyi2, dan paginya jalan kaki, outbond2an, lalu pertandingan untuk anak2, dewasa dan tua-tua. Malam hari saya yg biasa tampil dgn puisi, kali ini di daulat unt menyanyi, sak lagu2ne. Saya tahu teman2 mau mentertawakan, krn suara saya… Baca Selengkapnya
Wednesday, March 14th, 2012 at
10:58 pm
Banyak individu yang datang ke praktek psikiatri untuk minta obat yang bisa menghilangkan kenangan-kenangan masa lalunya yang menyakitkan. Para psikiater biasanya akan tersenyum dan mengatakan obat semacam itu tidak ada. Obat untuk men “cuci otak” juga tidak ada. Sehebat dan secanggih apapun obat dibuat manusia, tidak mungkin bisa menghilangkan segala ingatan dan kenangan yang tersimpan di sel-sel neuron di pusat ingatan di otak bikinan Allah.
Saya sering mengatakan pada pasien-pasien saya bahwa “Orang yang hidup dengan kenangan masa lalunya tak kan pernah punya masa depan”. Ini karena sangking banyaknya orang-orang yang datang dengan problem tak bisa menghilangkan kenangan masa lalunya.… Baca Selengkapnya
Thursday, January 26th, 2012 at
12:41 am
Ibu Nys, seorang ibu rumah tangga yang PNS, telah menulis pada rubrik kita ini, masalah putranya seorang siswa SMP, yang seminggu tak masuk sekolah, menentang orang tua dan gurunya, dan prestasi belajarnya menurun drastis. Putra ibu itu selama tidak masuk sekolah hanya main-main saja ke tempat teman-temannya. Dan jelas itu teman di luar sekolah yang tak jelas sekolah apa tidak. Ia mengaku mabuk-mabukan dan kegiatan lain yang tak jelas. Sebelumnya ibu menemukan sebuah bungkusan kecil kertas koran di bawah kasur putranya.
Bu Nys membuka bungkusan itu dan mendapati rajangan daun dan rantung daun kering kecoklatan. Putranya mengaku itu cimeng titipan… Baca Selengkapnya
Monday, January 16th, 2012 at
7:31 am
Pada acara Gebyar Ramadhan bulan September tahun 2008 ini, rekan-rekan perawat di RS Jiwa Magelang selain mengadakan pengajian-pengajian tiap Kamis juga mengadaakan acara istimewa, yaitu seminar bertajuk ”Pendekatan Spiritual pada pasien gangguan jiwa”. Sebagai psikiater, saya diminta sebagai pembicara, lainnya adalah seorang guru keperawatan, dan seorang roghaniwan atau ustadz. Seminar ini disulut oleh, mulai tahun ini oleh bagian rehabilitasi ditawarkan perawat-perawat jiwa yang secara sukarela bergilir ke bangsal-bangsal untuk memberikan ceramah keagamaan singkat pada seluruh pasien sebangsal. Munculah pro dan kontra. Apakah upaya spiritual itu bisa diterima oleh seluruh pasien, yang praktis masih berwaham dan berhalusinasi? Apakah bukan malah kontraindikasi,… Baca Selengkapnya
Sunday, December 25th, 2011 at
1:51 pm
Ia seorang remaja putri, anak kedua dari tiga bersaudara yang putri semua. Sejak kecil memang ia tak suka bergaul dan tak punya banyak teman. Ia selalu memandang jelek dan rendah dirinya sendiri, ini selalu ia bandingkan dengan kakaknya perempuan yang punya banyak teman dan selalu menjadi tokoh dalam pergaulan. Setelah lulus SMP ia tak mau melanjutkan sekolah lagi, hanya mengurung diri di rumah, berbicara hanya dengan ibu dan adiknya seperlunya saja. Menolak sekolah ini sudah berjalan hampir setahun hingga bapaknya, seorang PNS, terpaksa menulis ke rubrik kita ini.
Agak mirip dengan ini adalah seorang pemuda yang diantar ibunya ke poli… Baca Selengkapnya